Penulis: Muhammad Zaki Annasyat
Yogyakarta, karyakelapa.com – Minyak Kelapa Murni atau Virgin Coconut Oil (VCO) adalah minyak hasil proses ekstraksi dari santan kelapa. Santan kelapa tersebut kita peroleh dari daging kelapa tua berumur sekitar 12 bulan. Kenapa harus kelapa tua? Karena kadar minyak di dalam kelapa tua sangat tinggi daripada kelapa sayur yang berumur di bawah 12 bulan.
Secara garis besar, ada 2 (dua) metode untuk membuat VCO. Pertama, metode basah. Metode basah menggunakan bahan baku santan kelapa. Sedangkan yang kedua adalah metode kering. Secara singkat cara ini dilakukan dengan memarut dan mengeringkan daging kelapa sehingga kadar airnya berkurang drastik.
Pada artikel kali ini, kita akan fokus membahas cara membuat VCO menggunakan metode basah. Metode basah pun bisa dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yakni secara tradisional dan modern. Berikut ulasannya:
Cara Membuat VCO Secara Tradisional
Prinsip dari metode tradisional ini ialah menambahkan bahan lain untuk mengekstrak kandungan minyak pada kanil (santan kental). Ada beberapa cara untuk membuat VCO secara tradisional, akan tetapi terdapat 3 (tiga) yang paling dikenal oleh masyarakat, ialah:
1. Metode Pancingan
Metode pancingan merupakan metode pembuatan VCO yang paling umum dan dikenal oleh masyarakat Indonesia. Untuk membuatnya cukup mudah, silahkan simak setiap langkahnya sebagai berikut:
- Cungkil dan ambil daging kelapa
- Cuci daging kelapa sampai bersih. Pastikan daging kelapa sudah bebas dari lendir dan jamur. Bisa gunakan sendok untuk membuang lendir dan jamur.
- Setelah itu, parut daging kelapa yang sudah bersih
- Kemudian peras bubuk atau hasil parutan kelapa tersebut menjadi santan kelapa murni. Tambahkan air agar lebih mudah memeras parutan kelapanya.
- Masukkan santan kelapa ke dalam wadah. Diamkan selama kurang lebih 1 jam.
- Setelah 1 jam, kandungan santan kelapa murni akan terpisah menjadi 2 (dua) bagian. Bagian atas kita sebut sebagai kanil dan bagian bawah adalah air. Nantinya kandungan air akan kita buang.
- Tambahkan minyak kelapa murni ke dalam kanil. Minyak kelapa murni ini bisa kita beli di pasar. Secara umum, tidak ada perbandingan yang pasti berapa banyak minyak kelapa murni yang digunakan sebagai pancingan.
- Setelah itu, aduk sampai rata dan diamkan selama 12 jam.
- Setelah 12 jam, akan ada 3 (tiga) lapisan, yakni blondo, minyak dan air. Air dan blondo kita buang, sedangkan minyaknya kita ambil.
- Nah minyak yang kita ambil tersebut harus melalui proses penyaringan untuk mengambil sisa-sisa protein dan kotoran lainnya. Penyaringan pertama cukup menggunakan kain saring. Sedangkan penyaringan kedua menggunakan batu zeolite, kertas saring, dan kapas.
- Minyak yang telah melalui proses penyaringan inilah kita sebut sebagai VCO dan sudah siap minum.
2. Metode Fermentasi
Metode fermentasi menggunakan bantuan bahan tambahan berupa ragi. Untuk proses pembuatannya hampir sama seperti metode pancingan. Berikut Langkah-langkahnya:
- Setelah kita memperoleh santan, diamkan selama 1 jam sampai santan terbagi menjadi 2 (dua) bagian, yakni kanil dan air.
- Kanil kita beri dengan tambahan ragi secukupnya lalu aduk sampai rata
- Diamkan campuran kanil dan ragi selama kurang lebih 12 jam sampai muncul 3 (tiga) lapisan, yakni blondo, minyak, dan air.
- Saring minyak untuk mengambil sisa-sisa kotorannya.
3. Metode Enzimatis
Untuk pembuatan VCO menggunakan metode enzimatis, cukup tambahkan air nanas sebagai enzimnya. Caranya sebagai berikut:
- Kanil hasil pengendapan santan, seperti pada proses sebelumnya, kita beri tambahan air perasan nanas. Air perasan nanas itu kita peroleh dari memblender nanas sampai cair.
- Untuk perbandingannya, kami biasa menggunakan rumus 3 liter kanil=1 buah nanas.
- Aduk sampai rata dan tunggu hingga 12 jam.
- Lapisan yang terbentuk nantinya adalah blondo, minyak, dan air. Air nanas akan tercampur dengan kandungan air.
- Saring minyak untuk mengambil sisa-sisa kotorannya.
Sebagai catatan, cara di atas menggunakan proses pemerasan manual, sehingga hasil parutan kelapa harus kita tambahkan air sebelum memerasnya. Konsekuensinya, kita harus mendiamkan santan terlebih dahulu selama 1 jam untuk memisahkan kanil dan air.
Namun, jika proses pemerasan menggunakan mesin, maka kita tidak perlu menambahkan air dan tidak perlu pula mendiamkan santan selama 1 jam. Cukup peras parutan kelapa, lalu tambahkan bahan tambahan, sesuai metode yang ingin digunakan, ke dalam santan.
Cara Membuat VCO Secara Modern
Basis dari metode modern ini adalah menggunakan teknologi mesin. Biasanya kita perlu menggunakan mesin jika permintaan pasar melonjak. Permintaan pasar yang tinggi memunculkan konsekuensi untuk membuat VCO dalam jumlah banyak secara cepat dan dengan kualitas bagus. Simak caranya sebagai berikut:
1. Metode Sentrifugal
Prinsip dari metode ini adalah “memaksa minyak untuk terekstrak tanpa harus menunggu 12 jam”. Pisahkan kandungan air di dalam santan hingga hanya tersisa minyak dan protein. Tuangkan santan tersebut ke dalam toples dan tutup dengan rapat. Masukkan toples-toples tersebut ke dalam mesin sentrifugal dan nyalakan.
Cara kerja mesin sentrifugal ialah memutar toples dengan kecepatan tertentu selama kurang lebih 20-30 menit. Setelah proses selesai, minyak dan protein akan terpisah menjadi 2 (dua) bagian. Proteinnya kita buang sedangkan minyak harus kita saring terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
2. Metode Perbedaan Titik Beku dan Sentrifugal
Metode ini menggabungkan antara proses prebedaan titik beku dan sentrifugal. Prinsip dari metode ini ialah, “Mengambil Minyak tanpa Merusak Santannya”. Inovasi metode ini berdasarkan keresahan akan terbuangnya santan secara cuma-cuma.
Jika kita cermati, pola yang sama dari proses-proses pembuatan VCO di atas ialah tidak mengolah santannya. Alhasil, santannya terbuang sia-sia. Padahal, jumlah santan secara umum 2x lipat lebih banyak daripada jumlah minyak kelapa murni.
Bayangkan jika kita memperoleh VCO 10 liter, santan yang akan anda peroleh sekitar 20 liter. Kalau harga santan kental di pasaran sekitar Rp25.000/liter saja, berarti kita sudah membuang produk senilai Rp500.000 ke tong sampah. Cukup rugi kan?.
Dengan menggunakan metode ini, kita akan mampu menghasilkan VCO, santan, dan beberapa produk turunan lainnya dengan proses sederhana. Dan dengan begitu kita dapat memaksimalkan potensi buah kelapa yang kita olah.
Nah itu tadi beberapa metode pembuatan VCO mulai dari yang tradisional hingga modern. Masih ada banyak sekali metode pembuatan VCO yang dapat kita bahas dan elaborasi. Nantikan artikel-artikel lainnya dari kami ya. Semoga bermanfaat.
Editor: Muhammad Zaki Annasyat